Derajat kesehatan dan keselamatan yang tinggi di tempat kerja merupakan hak pekerja yang wajib dipenuhi oleh perusahaan disamping hak-hak normatif lainnya. Perusahaan hendaknya sadar dan mengerti bahwa pekerja bukanlah sebuah sumber daya yang terus-menerus dimanfaatkan melainkan sebagai makhluk sosial yang harus dijaga dan diperhatikan mengingat banyaknya faktor dan resiko bahaya yang ada di tempat kerja.
Selain perusahaan, pemerintah pun turut bertanggungjawab untuk melindungi kesehatan dan keselamatan kerja. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dengan mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang K3 yaitu:
1.UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3);
2.Permenaker No.05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3);
3.UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; pasal 86 dan pasal 87.
Tujuan dan sasaran yang termuat dalam SMK3 ini adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.
Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)
Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) adalah Bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif produktif. (Permenaker PER.05/MEN/1996).
Gambar 1. Elemen Kunci Sistem Manajemen K3
Dalam penerapan Sistem Manajemen K3, Perusahaan wajib melaksanakan 5 elemen kunci SMK3:
a.Komitmen dan Kebijakan Keselamatan dan Kesehataan Kerja
Komitemen perusahaan atas hal ini dapat dilihat dari adanya sumber daya yang memadai; Ketersediaan anggaran, tenaga kerja yang berkualitas dan sarana-sarana yang lain yang diperlukan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja; Menetapkan personal yang mempunyai tanggung jawab, wewenang dan kewajiban yang jelas dalam penanganan keselamatan dan kesehatan kerja; Perencanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang terkoordinasi; Malakukan penilaian kerja dan tindak lanjut pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja; Menetapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan Sistem Manajemen K3;
b.Perencanaan
Perusahaan harus membuat perencanaan yang efektif guna mencapai keberhasilan penerapan dan kegiatan Sistem Manajemen K3 dengan sasaran yanng jelas dan dapat diukur. Perencanaan harus memuat tujuan, sasaran dann indikator kinerja yang diterapkan dengan mempertimbangkan identifikasi sumber bahaya, penilaian dan pengendalian risiko sesuai persyaratan perundangan yang berlaku serta hasil pelaksanaan tinjauan awal terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
c.Penerapan/Implementasi
Dalam mencapai tujuan keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan harus menunjuk personal yang mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan sistem yang diterapkan.
d.Pengukuran Dan Evaluasi
Perusahaan harus memiliki sistem untuk mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja Sistem Manajemen K3 dan hasilnya harus dianalisis guna menentukan keberhasilan atau untuk melakukan identifikasi tindakan perbaikan.
e.Management Review
Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan Sistem Manajemen K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. Tinjauan ulang Sistem Manajamen K3 meliputi: Evaluasi terhadap penerapan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja; Tujuan, sasaran dan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja; Hasil temuan audit Sistem Manajemen K3; Evaluasi efektifitas penerapan Sistem Manajemen K3.
Lebih dari yang pernah ada, sistem pemasaran makro dunia telah saling berkaitan. Dorongan yang luas ke arah perekonomian yang digerakan oleh pasar merupakan bukti dramatis bahwa masyarakat konsumen menginginkan kebebasan dan pilihan tidak hanya dalam politik, namun juga dalam pasar. Ekonomi terpusat sudah jelas tidak mampu memenuhi kebutuhan.
Meskipun terdapat banyak pembicaraan mengenai dunia sebagai satu kesatuan wilayah, namun kita belum sampe ke sana. Seorang yang hidup di Kenya bisa saja memiliki ponsel dan menonton TVserta mendapat gambaran sekilas mengenai kualitas hidup yang dinikmati oleh masyarakat barat yang maju, bagi mereka itu semua tidak terasa nyata. Hal yang nyata adalah perjuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling dasar—untuk bertahan hidup terhadap kelaparan, malnutrisi, dan air yang menyebarkan epidemic. Tantangan yang dihadapi oleh para konsumen dan manager pemasaran di Negara-negara ekonomi maju, sebaliknya, tidaklah besar.
Dalam pengertian yang relative, beberapa konsumen di dunia dapat mengharapkan begitu banyak, dan memperoleh begitu banyak dari yang mereka harapkan. Akan tetapi apakah baik bahwa perusahaan memberikan apa yang kita inginkan? Manakala anda berfikir mengenai perbedaan antara persoalan kelaparan dan terlalu banyak makanan cepat saji, tidaklah sulit untuk memutuskan konsumen mana yang lebih beruntung. Akan tetapi, apakah ini sekedar perbandingan antara dua kelompok konsumen? Apakah situasi di Negara-negara terbelakang merupakan suatu ekstrim? Akankah keadaan jadi lebih baik jika kta tidak member penekanan yang terlalu besar pada pemasaran? Apakah kita memang membutuhkan begitu banyak merek produk? Apakah banyaknya uang yang dibelanjakan untuk iklan benar-benar membantu konsumen? Apakah salah apabila kita berharap dapat memesan makanan cepat saji kapan pun? Dan sebaliknya, apakah semua pilihan ini sekedar menaikan harga yang mesti dibayar konsumen tanpa benaar-benar memberinya nilai tambah apa pun? Secara umum, apakah pemasaran mampu melayani masyarakat dengaan baik?
Pertanyaan itulah yang akan menjadi pokok pada bab kali ini. Sehingga kita bisa mempelajari mengani pemasaran secara utuh, apa dan bagaimana kontribusi manager pemasaran dalam proses pemasaran makro.
BAGAIMANA SEHARUSNYA PEMASARAN DIEVALUASI?
Kepuasan dan biaya merupakan dua criteria yang dipakai untuk mengevaluasi dampak pemasaran. Ada kesimpulan bahwa upaya-upaya pemasaran mikro yang dijalankan oleh berbagai perusahaan individual sering kali menghabiskan biaya yang terlalu tinggi—sementara pemasaran makro tidak.
Tujuan Bangsa Mempengaruhi Evaluasi
Setiap bangsa memiliki tujuan social dan ekonomi yangberbeda. Kediktatoran misalnya, sangat memperhatikan upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebagaimana dipahami oleh elit politik. Dalam negara sosialis, tujuannya mungkin adalah memenuhi kebutuhan masyarakat sebagaimana didefinisikan oleh pejabat perencana di pemerintahan. Di AS, tujuan pokok dari sistem perekonomian yang diarahkan oleh pasar adalah untuk memuaskan kebutuhan konsumen sebagaimana mereka, konsumen tersebut, pahami. Tujuan ini menyiratkan bahwa kebebasan politik dan kebebasan ekonomi saling beriringan dan bahwa warga Negara di suatu masyarakat yang bebas memiliki hak untuk hidup sebagaimana mereka inginkan.
DAPATKAH KEPUASAN KONSUMEN DIUKUR?
Oleh karena kepuasan konsumen menjadi tujuan kita, keefektifan pemasaran harus diukur dengan seberapa baik pemasaran dapat memuaskan konsumen. Sudah ada berbagai cara yang ditawarkan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen salah satunya American Costomer Satisfaction Index.
Kepuasan Bergantung Pada Harapan Individu
Indek semacam ini memungkinkan upaya pelacakan perubahan dalam ukuran-ukuran kepuasan konsumen dari waktu ke waktu dan bahkan memungkinkan dilakukannya perbandingan antarnegara. Namun demkian, upaya menginterpretasikan ukuran kepuasan tersebut ada batasannya. Salah satu isu pokoknya adalah bahwa 1) kepuasan bergantung pada dan bersifat relative terhadap tingkat keinginan atau harapan; 2) tingkat keinginan cenderung naik berdasarkan keberhasilan/kegagalan; 3) kepuasan konsumen merupakan sebuah konsep yang sangat pribadi—dan menilai “rata-rata” kepuasan dari seluruh masyarakat tidak memberikan gambaran utuh untuk mengevaluasi keefektifan pemasaran makro.
Ada Banyak Cara Mengukur Keefektifan Pemasaran Mikro
Mengukur keefektifan pemasaran dari suatu perusahaan tertentu juga sulit, tetapi hal tersebut mungkin untuk dilakukan. Perusahaan bisnis individual dapat dan harus berusaha untuk mengukur seberapa baik bauran pemasaran mereka memuaskan para pelanggan (atau mengapa mereka gagal). Untuk mengukur kepuasan pelanggan bisa digunakan:
1.American Costomer Satisfaction Index;
2.Kajian penelitian sikap;
3.Kartu komentar;
4.Tanggapan e-mail di website;
5.Tanggapan konsumen/keluhan;
6.Opini dari tenaga penjualan dan perantara; H
7.asil uji pasar dan laba.
Meskipun mengevaluasi keefektifan pemasaran merupakan hal yang sulit, namun ini tidak mustahil untuk dilakukan.
Pemasaran Mikro Sering Kali Membutuhkan Biaya Yang Terlalu Tinggi
Banyak perusahaan yang mengimplementasikan program-program pemasaran yang berhasil, tetapi yang lain maih berorientasi produksi dan tidak efisien. Bagi perusahaan yang disebut terakhir, pemasaran mikro tidak jarang membebani mereka dengan biaya yang sangat tinggi. Secara umum inefisiensi pemasaran disebabkan oleh salah satu atau beberapa dari tiga alasan berikut:
1.Kurangnya minat atau pemahaman mengenai selera pelanggan yang berubah-ubah;
2.Penggabungan 4P yang tidak pas—sebagian disebabkan oleh penekanan yang berlebihan pada persoalan internal daripada orientasi pada pelanggan;
3.Kurangnya pemahaman atau penyesuaian dengan lingkungan pemasaran, khususnya dengan apa yang dilakukan oleh para competitor.
Pemasaran Makro Tidak Membutuhkan Biaya Yang Terlalu Tinggi
Para kritikus biasanya menyatakan bahwa sistem-sistem pemasaran makro menyebabkan pemanfaatan sumber daya yang buruk dan mendorong terhadap distribusi pendapatan yang tidak adil. Sebagian keluhan ini mengisyaratkan bahwa beberapa aktivitas pemasaran oleh perushaan individual semestinya tidak diperbolehkan—dan karena demikian, sistem pemasaran makro kita jadi kurang memuaskan.
Upaya Mikro Membantu Pertumbuhan Ekonomi
Lebih jauh para kritikus berfikir bahwa pemasaran menyebabkan harga yang lebih tinggi, output yang terbatas, serta pendapatan nasional dan ketersediaan lapangan kerja yang menurun.
Benarkah Iklan Merupakan Suatu Penyia-nyiaan Sumber Daya?
Periklanan merupakan aktifitas pemasaran mikro yang banyak mendapat kritikan. Banyak iklan memang menggangu, melecehkan, menyesatkan dan pada intinya tidak efektif. Ini salah satu alasan pemasaran mikro sering kali membutuhkan biaya sangat tinggi. Namun, iklan bisa juga membuat proses pemasaran mikro maupun makro berjalan lebih baik. Karena iklan merupakan sebuah cara untuk memberitahukan banyak calon pelanggan mengenai produk suatu perusahaan.
Konsumen Bukanlah Sekedar Boneka
Gagasan bahwa perusahaan dapat memanipulasi konsumen untuk membeli apa pun yang perusahaan coba produksi sangat tidak benar. Kenyataanya, banyak produk baru gagal melewati uji pasar. Bahkan perusahaan besar sekali pun tidak bisa menjamin bahwa produk baru yang diluncurkannya akan selalu berhasil.
Keinginan dan Kebutuhan Berubah
Keinginan dan kebutuhan konsumen terus berubah. Sehingga tugas pemasaran tidak sekedar memuaskan keinginan konsumen yang ada pada suatu kurun waktu dalam sejarah, tetapi harus mencari berbagai cara baru dan lebih baik untuk menciptakan nilai dan melayani konsumen.
Apakah Pemasaran Menjadikan Orang Materialistis?
Tidak diragukan lagi bahwa pemasaran menimbulkan nilai-nilai materialistis. Akan tetapi, orang-orang tidak setuju terhadap apakah pemasaran menciptakan nilai-nilai ini atau hanya menarik nilai-nilai yang sudah ada.
Pemasaran Mencerminkan Nilai Yang Kita Anut
Kritikus mengatakan bahwa pemasaran justru mempromosikan nilai-nilai yang keliru—misalnya penekanan pada daya tarik seks untuk mendapatkan perhatian dan secara umum mengirimkan pesan bahwa yang terpenting adalah kepuasan pribadi. Para ahli yang mempelajari nilai-nilai dalam masyarakat sepakat bahwa dalam jangka pendek, pemasaran mencerminkan nilai-nilai social tertentu, sedangkan dalam jangka panjang mendorong dan menegaskan nilai-nilai tersebut. Lebih jauh, banyak perusahaan berjuang keras untuk mengetahui keyakinan dan nilai-nilai yang dipegang oleh pelanggan mereka. Kemudian mereka menolak untuk menggunakan iklan yang berpotensi melecehkan pelanggan target mereka tersebut.
Produk Meningkatkan Kualitas Hidup
Sudah jelas, kualitas hidup tidak bisa diukur hanya dengan kuantitas barang materi. Akan tetapi, bila kita melihat produk sebagai sarana untuk mencapai suatu tujuan alih-alih tujuan itu sendiri, produk memang memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi.
Tidak Semua Kebutuhan Bisa Terpenuhi
Beberapa kritikus menyatakan bahwa sistem pemasaran makro kita cacat karena tidak menyediakan solusi berbagai persoalan penting, seperti pertanyaan bagaimana membantu orang yang tidak memiliki rumah, orang yang tidak terpelajar dst. Tidak ada yang meragukan bahwa banyak perusahaan memfokuskan usaha mereka atas orang-orang yang mampu membayar untuk apa yang mereka tawarkan. Akan tetapi karena kekuatan persaingan mendorong turunnya harga, semakin banyak orang sanggup membeli apa yang mereka butuhkan. Kesesuaian antara persediaan dan permintaan tersebut merangsang pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mendistribusikan pendapatan di antara lebih banyak orang. Dengan kata lain, ekonomi pasar membuat pemanfaatan sumber daya efisien. Namun demikian hal ini tidak dapat menjamin bahwa program bantuan pemerintah akan efektif. Ini merupakan isu kemasyarakatan yang penting. Masyarakat konsumen di Negara dekomratis memberikan sebagian tanggung jawab kepada dunia bisnis dan sebagian lainnya kepada pemerintah.
BERBAGAI TANTANGAN YANG DIHADAPI PEMASAR
Kinerja perusahaan bisnis masih menyisakan banyak ruang untuk perbaikan. Hal ini menghadirkan tantangan bagi para mahasiswa dan pemasar.
1.Meningkatkan kinerja pemasaran sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen dan mampu mengikuti perubahan dan tren penting.
2.Manajer Pemasaran harus terus-menerus mengevaluasi strategi mereka untuk memastikan bahwa mereka tidak tertinggal jauh di belakang competitor. Para manajer pemasaran harus mampu merintis upaya yang inovatif untuk menemukan pasar-pasar dan pendekatan baru yang memiliki keunggulan kompetitif.
3.Manajer Pemasaran harus mampu menghadapi tekanan persaingan internasional.
4.Harus mampu menggunakan teknologi secara bijaksana.
5.Harus mampu membangun sesuatu yang lebih berkualitas dan lebih aman sebagai tanggung jawab social.
6.Perlu bekerja lebih keras dan cerdas untuk menemukan berbagai cara yang memuaskan kebutuhan konsumen tanpa mengorbankan lingkungan hidup.
7.Manajer pemasaran harus mampu memberikan perhatian kepada hak dan privasi konsumen.
Konsep pemasaran berarti bahwa setiap aktifitas-aktifitas perusahaan harus focus kepada pasar sasarannya. Perusahaan harus mencoba mengetahui keunggulan bersaing nya untuk dapat memenuhi kebutuhan dari pasar sasarannya agar dapat memberikan kepuasan. Idealnya, strategi pemasaran harus mendapatkan keuntungan dari trend di lingkungan eksternal pasar.
Strategi pemasaran terdiri dari pasar sasaran dan bauran pemasaran, ini menjelaskan tentang apa yang akan perusahaan akan lakukan kepada beberapa pasar sasaran. Perencanaan pemasaran termasuk juga detail waktu, termasuk juga perkiraan biaya dan pendapatan dari penerapan strategi pemasaran tersebut. Pada kebanyakan perusahaan, biasanya manajer pemasaran mengkombinasikan perencanaan pemasaran yang berbeda kepada keseluruhan program.
Paduan 4P Untuk Memahami Pasar Sasaran
Membangun strategi pemasaran yang efektif meliputi mempersempit proses menuju pasar sasaran yang spesifik dan bauran pemasaran yang menggambarkan kesempatan yang nyata. Proses ini termasuk diantaranya adalah memahami keadaan pasar. Kita mempertinggi pemahaman kita dengan menganalisis kebutuhan-kebutuhan pelanggan, pesain yang sudah ada ataupun calon pesaing, serta tujuan dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.
Ada banyak kemungkinan strategi yang berbeda yang biasanya dapat diikuti oleh suatu perusahaan. Tiap-tiap kemungkinan dari strategi yang diterapkan biasanya memiliki potensi keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda.
Strategi lain yang dapat digunakan adalah Analisa SWOT – yaitu menganalisa, mengidentifikasi dan mendaftar kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang dimililiki perusahaan serta kesempatan-kesempatannya dan ancaman dari pesaing. Analisis SWOT yangbagus akan membantu manajer pemasaran untuk focus kepada strategi yang diambil .
Idealnya, unsur-unsur dari bauran pemasaran yang bagus alurnya berhubungan dengan seluruh dimensi dari pasar sasaran. Keunggulan produk harus dapat memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pasar. Toko dimana pelanggan membeli produk dapat membantu dalam menetapkan alternative-alternative saluran. Nilai dari keseluruhan bauran pemasaran dan kebutuhan pelanggan yang mendesak, dikkombinasikan dengan apa yang pelanggan mencari barang pengganti untuk memenuhi kebutuhan, dapat membantu perusahaan untuk memperkirakan sensitifitas harga.
Apabila kita memahami kebutuhan dan perilaku dari pasar sasaran, mengkombinasikan bauran pemasaran (4P) menjadi lebih mudah. Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan :
1.Kita tidak selalu mengetahui sebanyak yang kita inginkan tentang kebutuhan dan perilaku dari pasar sasaran.
2.Pesaing juga berusaha untuk memuaskan kebutuhan pelanggan – dan usaha-usaha mereka dapat mendorong perusahaan untuk merubah bauran pemasarannya.
3.Dimensi lain dari lingkungan pemasaran dapat berubah, dimana dapat memerlukan perubahan yang lebih dalam bauran pemasaran.
Memperkirakan Pasar Sasaran Potensian dan Penjualan
Perencanaan dan pembangunan strategi yang efektif dari sebuah perencanaan pemasaran membutuhkan perkiraan penjualan di masa datang, biaya-biaya dan keuntungan. Tanpa adanya beberapa informasi tersebut, sangat sukar untuk mengetahui apakah suatu strategi itu potensial menguntungkan.
Manajer pemasaran memperkirakan penjualan, biaya-biaya, keuntungan biasanya berdasarkan dari perkiraan target pasar potensial – dimana sebagian besar pasar mungkin akan membeli – dan perkiraan penjualan – yaitu perkiraan seberapa besar industri atau perusahaan berharap untuk menjual ke sebuah segmen pasar. Biasanya kita harus menentukan terlebih dahulu pasar potensial nya sebelum kita dapat memperkirakan bagian utama perusahaan yang dapat memenangkan dan bagian utama dari bauran pemasaran.
Beberapa kondisi ekonomi mempengaruhi ekonomi global secara keseluruhan. Beberapa dapat mempengaruhi hanya satu negara atau khususnya industri. Beberapa lainnya dapat mempengaruhi hanya satu perusahaan satu produk penjualan yang potensial. Dengan alasan inilah, pendekatan top-down untuk memperkirakan adalah untuk :
1.Mengembangkan perkiraan pendapatan nasional (untuk tiap Negara pada operasi perusahaannya).
2.Mengembangkan perkiraan penjualan industri
3.Mengembangkan perkiraan untuk perusahaan spesifik, dengan produk-produknya yang spesifik dan segment dari sasarannya.
Memperkirakan Perusahaan dan Penjualan Produk dengan Memperluas Kebiasaan yang lalu
The factor method mencoba untuk memperkirakan penjualan dengan menemukan hubungan antara penjualan perusahaan dan beberapa factor lainnya. Formula dasarnya adalah beberapa factor (penjualan yang lalu, penjualan industri, dll) times = perkiraan penjualan. Faktor adalah variable yang menunjukkan hubungan antara beberapa variable lainnya dari suatu item yang diperkirakan. Time series adalah catatan historical tentang fluktuasi pada variable ekonomi.
Salah satu dari metode perkiraan yang paling tua dan simple adalah the jury of executive opinion – kombinasi antara opini berdasarkan pengalaman para eksekutif, mungkin dari pemasaran, produksi, keuangan, pembelian dan manajemen puncak. Tiap-tiap eksekutif memperkirakan pasar potensial dan penjualan untuk tahun-tahun yang akan dating. Kemudian mereka mencoba untuk bekerja berdasarkan consensus.
Keuntungan dari pendekatan jury adalah mudah dilakukan dan cepat. Tetapi disisi lain, hasilnya dapat saja tidak terlalu bagus. Mungkin saja karena terlalu banyak perluasan dari trend masa lalu. Beberapa eksekutif hanya memiliki sedikit kontak dengan masukan dari pasar eksternal. Tapi perkiraan mereka dapat merubah secara umum permintaan pelanggan atau kompetisi.
Peramalan dapat membantu manajer pemasaran memperkirakan jumlah dari kesempatan yang didapat dari pasar potensial. Tetapi keakuratan dari peramalan penjualan tergantung pada penerapan dann pemilihan bauran pemasaran yang diambil oleh perusahaan yang dapat merubah kesempatan-kesempatan tersebut menjadi penjualan dan keuntungan.
Analisis Biaya dan Penjualan dapat membantu Perencanaan
Memperkirakan biaya-biaya yang diperlukan untuk aktifitas pemasaran untuk dijadikan strategi bisa mudah atau sukar tergantung pada situasi. Kadang-kadang departemen akuntansi dapat membantu dengan informasi tentang biaya rata-rata untuk aktivitas yang sama yang terjadi pada masa lampau. Atau kadang juga perkiraan biaya dari competitor dapat menjadi panduan.
Dengan menggunakan spreadsheet analysis, biaya-biaya, penjualan, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan masalah-masalah di rubah kedalam data table – spreadsheet- untuk menunjukkan perubahan dari suatu nilai atau lebih yang mempengaruhi nilai lainnya. Hal ini mungkin saja karena hubungan antara variable-variable diprogram pada perangkat lunak computer.
Pada umumnya perusahaan menerapkan lebih dari satu perencanaan pemasaran pada waktu yang sama. Program pemasaran dipadukan dengan seluruh perencanaanpemasaran perusahaan kepada suatu perencanaan besar. Karena biasanya perusahaan memiliki sumber daya yang terbatas, Manajer pemasaran harus mengambil pilihan yang sulit.
Perencanaan untuk Keterlibatan dalam Pemasaran Internasional
Beberapa perusahaan ikut terlibat dalam pemasaran internasional adalah dengan kegiatan ekport – yaitu menjual barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan kepada pasar luar negeri. Kadang-kadang perusahaan memulai mengeksport hanya untuk menghasilkan surplus. Tapi yang lainnya, exporting dating dari usaha yang real untuk mencari kesempatan-kesempatan baru.